SERGAI (STARMEDIA.id) – Turnamen bola voli dalam rangka memperebutkan Piala Kapolres Serdang Bedagai (Sergai),dalam rangka meme riahkan HUT Bhayangkara ke-78 yang dilaksanakan sejak seminggu yang lalu, di lapangan voli Desa Simpang Ampat kecamatan Sei Rampah – Sergai,ber akhir dengan laga pamungkas Simpang Ampat VC melawan Pergulaan VC, Kamis (27/6/2024).
Panitia Pelaksana Turnamen,Plt. Kapolsek Firdaus Iptu Joni Tarigan dan Kanit Reskrim Polsek Firdaus,Iptu Maruli Sihombing disela-sela laga perebutan Juara III antara Paya Nibung vc melawan Silau Rakyat vc mengatakan,pelaksana turnamen ini adalah Polsek Firdaus dan atas nama Panpel mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia dan masyarakat yang sudah berpartisipasi dalam turnamen ini.
“Sebagai Juara I adalah Simpang Ampat VC asuhan Wahyudi,Juara II Pergulaan VC dan Juara III adalah Paya Nibung VC. Piala Kapolres Sergai dan uang Pembinaan,akan diserahkan langsung pada saat upacara HUT Bhayangkara ke-78 di Mapolres Sergai”, jelas Wakapolsek Firdaus.
Amatan media dilapangan pertandingan,hampir seribuan orang dari Desa Pergulaan,Silau Rakyat,Paya Nibung dan tuan rumah Simpang Ampat memadati sekitar lokasi pertandingan.
Mereka hadir dalam rangka memberikan support dan dukungan kepada tim dari desa mereka,puluhan mobil dan angkot tampah memadati halaman rumah warga yang dijadikan lokasi parkir kendaraan.
Klub Simpang Ampat yang maju ke babak final melawan Pergulaan VC, boleh dikatakan sebagai laga pemuncak diantara pertandingan lainnya.
Dimana klub tuan rumah didukung ratusan supporrte warganya sendiri,lebih didominasi para kaum Mamak-mamak.
Suara teriakan antara para Mamak-mamak itu lebih mendominasi dibandingkan dengan suara pria,bahkan kumpulan Mamak-mamak dari Desa Simpang Ampat untuk merangsang pemain ang mereka dukung,secara spontan melakukan pengumpulan uang secara gotong royong.
“Ayo Simpang Ampat,kalau kalian bisa mengenai bagian kepala lawan saat menyemes kami bayar Rp 500 ribu”, teriak seorang Mamak-mamak sambil mengacungkan uang pecahan Rp 50;ribu warna biru.
Ternyata,dukungan itu semakin bertambah akibat adanya tambahan dari donatur lain. Mulai meningkat menjadi Rp 700 ribu hingga akhirnya,ada seorang Mamak-mamak menggenapkan uang yang terkumpul itu menjadi satu juta.
Besarnya dukungan dari suporternya sendiri,akhirnya para pemain Simpang Ampat yang sempat kalah pada set pertama,akhirnya bangkit dan mampu unggul pada set kedua dan ketiga.
Pada set pamungkas atau set ketiga, terjadi kejar mengejar poin karena anak-anak Pergulaan walaupun masih kalah satu tingkat dari Simpang Ampat,tak mau kalah tak melawan.
Terakhir,anak -;anak Simpang Ampat asuhan Wahyudi ini berhasil unggul 3 – 1 melawan Pergulaan VC. ( biets)












