Categories: HeadlinePERISTIWA

Pendorong Lurah ke Selokan Sempat Viral Ternyata Pelatih Karate, Ini Pengakuannya

MEDAN (STARMEDIA.id) – Pelaku pendorongan Lurah Perintis, Kecamatan Medan Timur, merupakan pelatih Karate di kawasan tempat tinggalnya. Ia diketahui bernama Mawardi (sebelumnya disebut inisial A), 61 tahun, warga Lingkungan I, Jalan Madukoro, Perintis.

Katanya kepada Starmedia, Mawardi mengaku kesal dengan perlakuan perangkat Kelurahan di tempat tinggalnya. Pasalnya, pencabutan polisi tidur yang sebelumnya terpasang tanpa pemberitahuan terhadapnya. Menurutnya, pemasangan polisi tidur itu dilakukan setelah permohonannya kepada kepling.

“Saya merasa keberatan karena dicabut Lurah. Disitu banyak polisi tidur, kenapa punya saya aja yang dicabut. Saya punya cucu banyak, sering naik sepeda. Anak-anak itu sering naik kereta kencang-kencang. Kalau udah ketabrak nanti hanya bilang O, nggak pernah bilang A. Pemasangan itu awalnya mohon sama kepling, dipasang kepling,” Paparnya, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, video yang viral di media sosial merupakan insiden kedua. Insiden pertama, ia dipiting yang membuatnya emosi.

“Saya tidak diberitahukan itu dicabut. Kalau memang ada paku yang muncul, silahkan ditokok (diperbaiki) balik. Tapi kok langsung dicabut. Itu video viral yang kedua. Yang pertama saya luan dipiting, karena cucu saya nggak pandai ngerekam,” tuturnya.

Meski begitu, pria yang sehari-hari bekerja sebagai pelatih Karate itu mengaku menyesal. Ia pun meminta maaf kepada Lurah Perintis, Muhammad Fadli atas kehilafan yang dilakukannya.

“Tapi itu semua sudah terjadi, saya minta maaf, saya khilaf karena saya emosi,” ujarnya.

Kronologis Pencabutan Hingga Terjadi Penganiayaan

Sementara Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M Butarbutar mengatakan, sebelumnya memang benar polisi tidur tersebut dibuat oleh perangkat Kelurahan. Namun setelah tidak memungkinkan, polisi tidur (pita kejut) tersebut dibongkar oleh Kelurahan.

“Karena pakunya keluar, dicabut sama kepling hari sabtu. Lalu pelaku memasang kembali. Karena pelaku memasang lagi, pakunya keluar, masyarakat mengadu ke kelurahan. Lalu pihak kelurahan datang lagi hari senin mersurvei dan membongkar,” tuturnya.

Saat pembongkaran dilakukan, Mawardi merasa tak terima dan terjadi ketegangan.

“Lalu cekcok dan terjadi seperti di video yang beredar. Hingga pelaku mendorong korban hingga masuk ke selokan dan mengalami luka-luka,” ucapnya.

Hingga kini, kondisi Lurah, Muhammad Fadli masih mendapat perawatan di rumah sakit. Ia mengalami muntah-muntah diduga akibat benturan saat terjatuh ke selokan.

“Lurah di rumah sakit, setelah buat laporan yang bersangkutan muntah-muntah,” ujarnya.(red)

 

Abi

Share
Published by
Abi

Recent Posts

BMM Perluas Manfaat untuk Keluarga Ojol Lewat Beasiswa dan Paket Kesehatan

MEDAN (STARMEDIA.ID) - Baitulmaal Muamalat (BMM), lembaga amil zakat nasional yang menjalankan program sosial dan…

6 hari ago

Perluas Akses Digital Goldenbird, Bluebird Kenalkan MyBluebird dan Web Reservation

JAKARTA (STARMEDIA.ID) -Masyarakat kini terbiasa mencari cara yang lebih cepat dan praktis dalam memenuhi berbagai…

1 bulan ago

Ratusan Siswa di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis

KARO (STARMEDIA.ID) – Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi dan Yayasan Bersama Berastagi, Kabupaten Karo,…

1 bulan ago

IHSG dan Rupiah Bergerak Terbatas, Harga Emas Alami Koreksi Teknikal

MEDAN (STARMEDIA.ID) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak terbatas…

1 bulan ago

Rayakan Semangat Kemerdekaan, The Reiz Suites Hadirkan Program Free Stay

MEDAN (STARMEDIA.ID) – Semangat kemerdekaan Indonesia mulai terasa di berbagai penjuru negeri. Memasuki Agustus yang…

1 bulan ago

Pelindo Multi Terminal Perkuat Kompetensi Masyarakat Belawan Lewat Pelatihan Vokasi

MEDAN (STARMEDIA.COM) - PT Pelindo Multi Terminal bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan…

2 bulan ago