MEDAN (STARMEDIA.id) – Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menuturkan, kenaikan harga barang (inflasi) akibat musim penghujan bisa terjadi dikarenakan dua hal. Pertama gangguan distribusi dan kedua gangguan produksi.
“Gangguan distribusi biasanya diikuti dengan bencana banjir atau longsor. Namun sifat dari gangguan tersebut dan pengaruhnya terhadap kenaikan harga hanya jangka pendek, “jelasnya, Selasa (14/10) petang.
Sementara, lanjutnya untuk gangguan produksi juga bersifat jangka pendek, namun daya rusaknya bisa memicu terjadi kenaikan harga selama periode musim panen. Hujan deras bisa membuat petani urung memanen tanamannya, namun akan lebih buruk jika intensitas hujan yang tinggi merusak tanaman itu sendiri. Nah yang perlu diwaspadai Sumut adalah potensi inflasi akibat gabungan gangguan produksi dan distribusi, katanya.
Ada pola yang sering Sumut alami di kuartal keempat hingga awal tahun, dimana harga bawang merah kerap naik disaat wilayah jawa diguyur banyak hujan yang bahkan sempat memicu banjir besar di pulau tersebut.
“Disarankan agar jangan sampai kita menunggu hal tersebut terjadi, dan membuat Sumut sulit untuk menekan inflasi yang saat ini berada di level 5.32% year on year.” tambahnya.
Disebutkan Gunawan Sumut saat ini masih menggantungkan sebagian kebutuhan pangannya seperti cabai dan bawang merah dari luar wilayah Sumut. Kondisi ini diproyeksikan akan berlangsung hingga bulan februari mendatang. Sebaiknya Sumut lebih mandiri dalam mengembangkan tanaman bawang merah.
Dan jangan terjebak dalam kebijakan intervensi dengan membeli cabai di luar Sumut dengan harga subsidi, seperti yang telah dilakukan sebelumnya untuk intervensi harga cabai merahmerah, Mengingat pasokan bawang merah di sumut konsisten mengandalkan supply dari luar Sumut sepanjang tahun. Saat ini harga bawang merah ditransaksikan dalam rentang 26 hingga 35 ribu per Kg, ujarnya.
Sementara untuk cabai merah ditransaksikan dalam rentang 70 hingga 80 ribu per Kg saat ini di dataran rendah wilayah Sumut. Namun di kabupaten karo harga cabai merahhari ini di kisaran angka 100 ribu per Kg.
Sumut sebaiknya berupaya untuk memperluas basis tanaman bawang merah. Selain mengurangi ketergantungan bawang merah dari negara lain. Kebijakan tersebut juga akan menambah jumlah petani, menciptakan lapangan pekerjaan serta mandiri dalam memitigasi dampak inflasi impor dari wilayah lain di luar Sumatera Utara.(abi)












