EKONOMI

Masyarakat Masih Pesimis Ketersediaan Lapangan Kerja, Jangan Sepelekan Data Tersebut

112
×

Masyarakat Masih Pesimis Ketersediaan Lapangan Kerja, Jangan Sepelekan Data Tersebut

Sebarkan artikel ini

MEDAN (STARMEDIA.id) – Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, Data indeks kepercayaan konsumen tanah air alami penurunan menjadi 117.2 pada bulan agustus, dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang masih berada di level 118.1.

“Level ini masih menunjukan bahwa keyakinan konsumen tanah air masih pada level optimis. Yang berarti masyarakat masih optimis dengan kondisi ekonomi saat ini dan kondisi ekonomi di masa mendatang, ” jelasnya, Kamis (11/9).

Katanya,Gambaran perekonomian dari sisi masyarakat tersebut akan membuat ekspektasi belanja masyarakat kedepan relatif terjaga. Artinya memang ada kemungkinan bahwa belanja masyarakat mampu dipertahankan di level saat ini, sehingga diharapkan bisa menjadi cerminan terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi kedepan. Khususnya yang didorong dari sisi pengeluaran rumah tangga, ujar Gunawan.

Namun, lanjutnya ada yang menarik perhatian dari rilis yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia tersebut. Dimana indeks ketersediaan lapangan kerja (IKLK) berada di level pesimis karena nilainya berada di angka 93.2 pada bulan agustus. Ini menggambarkan bahwa masyarakat masih pesimis terhadap potensi lapangan kerja yang tersedia di masa mendatang, ungkap Gunawan.

Meskipun indeks tersebut lebih mengedepankan persepsi masyarakat, dan bukan dari persepsi yang dihasilkan oleh penyedia tenaga kerja atau perusahaan. Namun indeks tersebut setidaknya bisa dijadikan masukan bagi pemerintah untuk melihat keyakinan masyarakat dari sisi kemampuan pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan, imbuhnya.

Ditambahkannya, Terlebih jika IKLK justru mengambil persepsi dari mereka yang sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum mendapatkannya. Ditengah disrupsi pasar yang tergerus oleh perkembangan ekonomi digital, melambatnya kondisi perekonomian global, tensi geopolitik yang belum usai bisa memicu menyusutnya ketersediaan lapangan pekerjaan, ucapnya.

IKLK memang belum harga pasti yang menggambarkan kondisi lapangan pekerjaan di masa depat. Namun jika IKLK terus menunjukan level pesimis, maka kita harus mengkuatirkan bahwa IKK juga berpeluang alami tekanan nantinya. Jadi jangan sepelekan data IKLK tersebut, pungkas Gunawan. (Abi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *