HeadlinePERISTIWA

Nyaris Membusuk,Polsek Firdaus Evakuasi Mayat Ditemukan Telentang Ditempat Tidur

203
×

Nyaris Membusuk,Polsek Firdaus Evakuasi Mayat Ditemukan Telentang Ditempat Tidur

Sebarkan artikel ini

SERGAI (STARMEDIA.id) – Merasa curiga dengan aroma busuk yang menyengat yang diduga berasal dari dalam rumah Syahrial Siregar (65),warga sekitar Gang Keluarga Dusun 7 Desa Firdaus kecamatan Sei Rampah, kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) akhirnya melaporkan hal ini ke Kepala Dusun (Kadus) 7 Desa Firdaus,Senin (21/7/2025) siang.

Kadus segera menghubungi sahabat dekat dari almarhum yakni Edi Amin Lubis (47),dan langsung menggedor pintu rumah korban tapi tak ada jawaban,kecuali bau bangkai yang menyengat hidung.

Merasa curiga,lalu Kadus menghubungi Polsek Firdaus – Polres Serdang Bedagai (Sergai),guna melaporkan hal ini. Setelah Polisi datang,aroma yang menyengat semakin terasa saat pintu rumah dibuka.

Terlihat sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki, terbujur kaku dengan kaki masih menggantung di tempat tidur dengan kondisi nyaris membusuk.

Personel Polsek Firdaus dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Anggiat Sidabutar langsung ke lokasi bersama Tim Inafis Polres Sergai.
Spontan temuan ini membuat heboh warga diseputaran Desa Firdaus,setelah melakukan olah TKP tim Inafis Polres Sergai dan Polsek Firdaus melakukan evakuasi mayat ke ruang jenazah Rumah Sakit Sultan Sulaiman di Firdaus,untuk dilakukan visum atau pemeriksaan medis.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Firdaus Iptu Anggiat Sidabutar,korban bernama Syahrial Siregar (65) warga Gang Keluarga Dusun 7 Desa Firdaus. Dalam hal ini pihak Polsek Firdaus sudah menghubungi keluarganya,baik anaknya yang di Medan serta keluarganya yang berada di Sei Rampah.

“Hasil prakiraan medis,korban diperki rakan sudah meninggal sekitar 5 hari yang lalu,tetapi karena korban tinggal sendiri di rumah tersebut, sewaktu menghembuskan nafas terakhir tidak ada yang tahu. Setelah tercium aroma tak sedap, dari beberapa warga sekitar lalu hal ini dilaporkan kepada Kepala Dusun (Dusun) 7 dan seterusnya kepada Polsek Firdaus. Saat ini kita menunggu kehadiran anaknya yang sedang dalam perjalanan dari Medan,dan jenazah lagi dilakukan visum luar oleh tim medis dari rumah sakit”,jelas Iptu Anggiat.

Setelah anak,adik dan keluarga korban hadir di rumkit Sultan Sulaiman dan mendapat penjelasan dari Dokter yang melakukan pemeriksaan luar,imbuh Kanit Reskrim dimana hasil pemeriksaan medis,tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik benda tajam atau benda tumpul,selanjutnya oleh keluarga dilakukan Fardu kifayah untuk segera dikebumikan.

Iptu Anggiat juga mnambahkan, kalau keluarga korban keberatan untuk dilakukan otopsi dan dibuktikan dengan adanya surat keberatan keluarga yang ditandatangani anak kandungnya diatas materai. Polisi juga sudah menyerahkan satu unit hape milik korban,dan pakaian milik korban yang diterima anak kandungnya,tambah Iptu Anggiat.

Dari keterangan beberapa warga sekitar rumah korban terungkap,kalau selama ini korban memang tinggal sendiri dirumah miliknya.

Karena anak-anaknya tinggal di Binjai dan Medan, dan korban dikenal sebagai orang yang humoris
Kalau tak salah,ucap seorang Mamak-mamak mamak tetangga korban kepada media ini dilokasi mengatakan, lima malam yang lalu sewaktu pulang berjualan di Pasar Malam di lapangan bolakaki Firdaus,kami selisih jalan.

” Baru pulang jualan kau ?” Kata korban maka kujawab,’iya Wak” tapi kulihat korban berjalan sempoyongan sembari terbantu-batuk panjang menuju rumahnya, ucap nya.

Menurut warga sekitar rumah korban, bahwa istri korban sudah hampir 10 tahun berpisah dari korban,untuk mengikuti anaknya yang tinggal di Binjai.

Almarhum Syahrial Siregar merupakan adik kandung dari Alm. Chairullah Siregar (Pejabat Bupati Sergai Pertama), dan Abang kandung dari Ade Chusaini mantan Ketua KNPI Sergai.

Korban meninggalkan 4 (empat) orang anak yang semuanya laki-laki,2 sudah berumah tangga dan ada yang masih sekolah tapi mengikuti abang-abang nya di Medan dan Binjai.

Salah seorang menantu korban,saat melihat jenazah almarhum di Rumkit mengatakan,”hari Rabu yang lalu Ayah ada ke Binjai,tidak ada tanda-tanda kalau menderita sakit. Kami juga sudah menyarankan kalau tinggal ajalah di Binjai atau Medan,nggak usah lagi di Firdaus. Jual aja rumah itu,karena nggak ada yang mau tinggal di Firdaus”,ucapnya sendu.

Sahabat karib almarhum dan orang yang pertama kali menggedor rumah kurban, Edi Amin Lubis (47) mengatakan,” kupikir almarhum ini pergi ketempat anaknya di Medan atau Binjai,memang ada beberapa hari kami nggak ketemu di pangkalan.

Terakhir,beliau ada mengeluh kalau dibelakang kepala/badannya sakit tapi tak mengurangi kebiasaan merokok dan ngopinya yang cukup kuat”,jelas Amin.

Almarhum juga pernah menjadi Juri/wasit pada pertandingan Trup Gembira Dambaan,beberapa waktu yang lalu bersama Amin Lubis dan Wartawan Dambaan. ( biet )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *